Cegah Rabies, Sudin Peternakan dan Perikanan Razia Anjing Liar

Minggu, 05 Januari 2014 - 09:23
JAGAKARSA (Pos Kota) - Mencegah maraknya anjing liar yang berpotensi menularkan penyakit Rabies berkeliaran di permukiman warga, Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan gencar merazia hewan tersebut. Pekan depan, Sudin ini akan merazia keberadaan anjing liar di kawasan Jagakarsa menanggapi keluhan masyarakat. "Razia hewan penular Rabies seperti anjing, kucing dan monyet rutin dilakukan di 65 kelurahan untuk mencegah terjangkitnya kembali Rabies di DKI Jakarta yang sejak 2003 sudah bebas Rabies," kata Kasudin Peternakan dan Perikanan Jaksel, Agung Priambodo didampingi Kepala Seksi (Kasie) Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Sudin Peternakan dan Perikanan, Nurhasan, Minggu (5/1). Di awal tahun 2014, Sudin Peternakan dan Perikanan Jaksel akan mengawali razia anjing liar di RW 06 Kelurahan Cipedak, Jagakarsa. Penjelasan Kasudin Peternakan dan Perikanan Jaksel ini sekaligus menanggapi keluhan pembaca melalui SMS Aspirasi Pembaca di Pos Kota. Isi pesannya yakni: "Walikota Jaksel dan Sudin Peternakan dan Perikanan, warga RW 06 Cipedak berharap segera dikerahkan petugasnya untuk merazia anjing liar yang kini makin banyak berkeliaran di kawasan tempat tinggal kami. Berhubung banyak anak-anak kecil dan kami khawatir bakal digigit anjing tersebut," pinta Sudanang, warga yang mengirim SMS bernomor 08185148xxx. Nurhasan, Kasie Wasdal Sudin Peternakan dan Perikanan Jaksel menuturkan sepanjang 2013 lalu pihaknya menjaring 21 ekor anjing liar, 432 ekor kucing dan 10 ekor monyet. Seluruh hewan berpotensi Rabies ini dikirim ke Balai Kesehatan Hewan dan Ikan di Ragunan. Ia berharap para pemilik supaya tidak membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran di jalanan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat. Sesuai pasal 5 Perda No 11 tahun 1995 tentang pengawasan hewan rentan Rabies serta pencegahan dan penanggulangan Rabies di DKI, pemilik yang lalai sehingga hewan peliharaannya berkeliaran dapat dijerat dengan enam bulan kurungan dan denda Rp50 juta. "Kami juga mengimbau kepada pemilik hewan rentan Rabies khususnya anjing agar anjingnya dirantai dan dipasang pengaman mulut agar tidak menggigit warga lainnya," ujarnya. (rachmi/sir) Foto-Ilustrasi

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads