Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Siap Lanjutkan Program Gatot Nurmantyo

Jumat, 08 Desember 2017 - 20:22
JAKARTA (Pos Kota)- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berjanji melanjutkan program yang sudah direncanakan Panglima TNI sebelumnya Jenderal Gatot Nurmantyo, yaitu sinkronisasi kekuatan terhadap pembangunan nasional. “Sehingga, ada 5 program prioritas adalah pembangunan di Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke dan Selaru akan saya lanjutkan karena itu adalah sejalan dengan program pembangunan yang sudah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo,” kata Hadi usai pelantikan dirinya sebagai Panglima TNI oleh Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/12) sore. Mengenai mutasi di jajaran pimpinan tinggi TNI, Panglima TNI menegaskan ada aturannya. Ia menyebutkan, aturannya berdasarkan Jukmin yang ada adalah apabila personel tersebut sudah menjalani jabatan 2 tahun, kemudian memang diperlukan untuk kedinasan dalam rangka mendukung tugas pokok, mendukung visi dan misi pimpinan. Sedangkan mengenai alat utama sistem persenjataan (alutsista), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengemukakan, bahwa alutsista yang dimiliki TNI saat ini kita berpedoman atau based on MEF (Minimum Essential Force) yang saat ini sudah masuk Rencana Strategi (Renstra) kedua, 2014-2019. Terkait Pemilihan Umum, Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa TNI bersama-sama dengan komponen lainnya dengan Polri akan senantiasa netral terhadap jalannya pemilihan. “Kita akan melaksanakan kegiatan ini bersama-sama Polri, kita solid dengan Polri untuk menjaga jalannya pesta demokrasi ini. Sehingga netralitas itu akan kita jaga di atas segala-galanya,” tetas Hadi. Marsekal Hadi Tjahjanto secara resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/12) sore. Acara pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden RI Nomor: 83/TNI/2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI oleh Sekretaris Militer Presiden, penyematan tanda pangkat dan jabatan oleh Presiden, dan pengambilan sumpah yang bunyinya: Seusai pengambilan sumpah, dilanjutkan penandatanganan berita acara dengan saksi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tampak hadir dalam kesempatan ini antara lain Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menlu Retno Marsudi, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Ketua MPR Mahyudin, Mendagri Tjahjo Kumolo, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, anggota Komisi I DPR, KSAD Jenderal Mulyono, dan KSAL Laksamana Ade Supandi. (B)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads