Menaker Ajak Santri dan Ponpes Manfaatkan BLK

Senin, 21 Mei 2018 - 13:18
JAKARTA – Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, mendorong santri-santri di pondok pesantren mengembangkan kemampuan wirausaha berbasis Teknologi Informatika (TI) melalui kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) wilayah masing-masing. "Kemnaker membuka akses kerjasama itu agar para santri & alumninya bisa diterima pasar kerja atau mengembangkan wirausaha," ujar kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu di Jakarta, Senin (21/5/2018). "Lembaga Pengembangan Dana Pendidikan (LPDP) bahkan diberi porsi tawaran untuk santri yang berminat belajar S1 atau S2 di kampus domestik & luarnegeri." Tawaran itu dibuka kepada Santri Ponpes se-Indonesia termasuk Ponpes Al-Islami M Arsyad al-Banjari Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Ponpes Kunto Darussalam di Kabupaten Kampar Kiri, Riau, yang dikunjunginya akhir pekan lalu. Pemberdayaan santri Ponpes, bagi wakil ketua MPR Mahyudin, merupakan implementasi dari Sila ke-5 Pancasila yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. "Apalagi keterampilan wirausaha itu dibutuhkan santri, yang dibutuhkan santri dalam kehidupan sosialnya," ujar legislator Golkar asal Dapil Kaltim, yang gencar mensosialisasikan Empat Pilar MPR itu. Santri Ponpes Al-Banjari, Kaltim, ia menyontohkan diberi Diklat pembuatan roti hingga membuka pabrik roti dengan produksi 3000 roti untuk 600 santri dan 5000 roti lainnya sesuai pesanan hajatan. "Mereka juga ikut diklat tanaman hidroponik dengan pipa," ujarnya mengutip pengajar Ahyar seraya menyebut santri membuka 20 hektar lahan sawit yang dibiayai alumni ponpes. (rinaldi/tri)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads