Ingin Rujuk Malah Ribut Bini Tewas Ditusuk Badik

Kamis, 31 Mei 2018 - 07:21
INI sungguh di luar skenario Abas, 24. Dia ingin berunding dengan bini mengenai rencana rujuk lagi. Tapi kok malah bawa keluarga segala. Suasana jadi tak kondusif. Ny. Rina, 21, yang sedang gendong anaknya langsung ditusuk badik hingga tewas. Sempat kabur ke hutan akhirnya Abas menyerahkan diri ke polisi. Lagi-lagi terbukti, cinta tak cukup modal onderdil, tapi harus ada materil. Biar cintanya setinggi menara BTS, jika perut kelaparan rontoklah rasa cinta itu, akhirnya bercerai jadi pilihan. Banyak kisah perceraian gara-gara kemiskinan. Istri mau hidup cukup, tapi suami tak mampu mewujudkannya. Akhirnya pecah kongsilah, meski sudah kadung ada anak. Abas warga Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, termasuk lelaki yang hanya kuat di onderdil lemah di materil. Menikah dengan Rina dua tahun lalu, tak ada peningkatan ekonomi, kecuali anak saja yang lahir dari kerjasama nir laba selama 2 tahun itu. Sebagai suami penghasilan Abas memang kelewat kecil. Dia hanya tukang minyak keliling, bukan anggota BPIP yang bergaji berpuluh-puluh juta. Dorong gerobak minyak sambil teriak nyak minyaaaaaak……saban hari, untungnya tak cukup untuk makan sebulan. Terpaksa setiap hari anak istrinya hanya makan pakai garam dapur, yang ditutul-tutul ke nasi panas, baru dimakan. Tiap hari makan pakai garam, bagaimana Rina bisa tahan? Dia sudah minta suami cari kerja yang lain, jangan hanya jadi tukang minyak. Boleh bekerja di seputar minyak, tapi yang banyak duitnya. Misalnya jadi karyawan Pertamina, atau gabung ke Petral-nya Reza Khalid yang kini sudah minggat entah ke mana. Tapi Abas yang hanya tamatan SMP, bisa apa. Jangankan jadi pegawai Pertamina, jadi buruh pabrik saja susah. Maka peluang usaha satu-satunya hanya jualan minyak keliling itu. Pernah ada yang nawari di bidang ruber bisnis, ternyata maksudnya hanya jualan plembungan (balon). Ada juga yang nawari jadi pembantu kasir, tapi tugasnya hanya disuruh melet berjam-jam, karena hanya diambil ludahnya untuk ngitung uang. Karena tak ada solusi, akhirnya pasangan Abas – Rina benar-benar bercerai dan kembali ke rumah orangtua masing-masing. Anak ikut ibunya, dan Abas jadi dukin alias duka miskin. Sudah kadung bikin tagar: #tahun 2018 ganti istri, sampai sekarang tak dapat-dapat. Sebab memang tak ada perempuan yang mau kawin dengan duda miskin. Prinsip wanita kan, “Benggol lebih penting ketimbang bonggol.” Saking kangennya sama anak istri, diam-diam anak semata wayangnya diambil saat Rina lengah. Takut dituduh menculik, dia segera telepon memberi tahu bahwa anaknya ikut dirinya. Kalau mau ambil ke rumah saja. Maksud Abas adalah, saat eks istrinya datang akan ada pembicaraan politik untuk rujuk kembali. Rina memang datang, tapi ternyata membawa rombongan se-RT persis mau lamaran. Suasananya jadi tidak kondusif, seperti mau perang saja. Pembicaraan selanjutnya justru melenceng dari agenda. Bukan rencana rekonsiliasi, tapi malah menyalahkan Abas kenapa anak diambil tanpa pamit? Karena diambil tanpa permisi, kini Upik juga langsung dibawa Rina tanpa permisi pula. Abas jadi tersinggung. Dia ambil badik dan bekas bini yang gendong anak itu langsung ditusuk dadanya dari samping, jusss! Istri ambruk Abas kabur. Pulang-pulang esok paginya, ternyata dia sembunyi di hutan. Karena merasa menyesal akhirnya pagi itu dia menyerahkan diri ke Polsek Babad Toman. Badik Abas lebih cepat bergerak ketimbang otak. (JPNN/Gunarso TS)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads