Pasca Tenggelamnya KM Sinar Bangun, Penyeberangan Via Danau Toba Dihentikan

Rabu, 20 Juni 2018 - 11:34
 MEDAN – Pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun, pemerintah menghentikan sementara operasional angkutan dari Simanindo ke Tigaras dan sebaliknya. Bupati Samosir, Rapidin Simbolon menyebutkan penghentian operasional penyeberangan dari Simanindo-Tigaras dan sebaliknya belum dipastikan sampai kapan. "Penghentian operasional angkutan air itu dihentikan hingga ada konfirmasi lebih lanjut termasuk terkait dengan perkembangan terbaru dari korban yang belum ditemukan," ujar Rapidin di Simalungun, Rabu (20/6/2018). Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumut, Hj R Sabrina yang mendatangi dua titik posko di Tigaras Kabupaten Simalungun dan Simanindo Kabupaten Samosir, berharap tim SAR segera menemukan korban hilang. Sabrina menyebutkan musibah kapal tenggelam yang untuk sementara mengakibatkan satu orang meninggal dunia, 18 orang luka dan 104 masih belum ditemukan itu merupakan duka mendalam bagi Sumut di Idul Fitri 1439 Hijriah. (Baca : Satu Lagi Penumpang KM Sinar Bangun Ditemukan Tewas) "Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumut, saya menyampaikan duka yang mendalam atas musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun dan berharap tim SAR segera menemukan korban hilang," ujar Sabrina. Sementara jumlah laporan orang hilang yang diduga korban kapal tenggelam Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, terus bertambah. Pada hari ketiga pencarian, Rabu (20/6/2018) laporan orang hilang mencapai 180 orang. Data terbaru ini yang dihimpun di Posko Sat KM Sinar Bangun dan sudah diklarifikasi dengan data Posko Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumut.(Samosir/tri)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads