Kena Normalisasi Ciliwung, Banyak Warga Belum Dapat Uang Ganti Rugi

Minggu, 28 Oktober 2018 - 20:00
JAKARTA - Selain warga Cililitan, warga Poltangan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan juga mengeluhkan pembayaran lahan. Pasalnya, tanah mereka yang dibebaskan untuk program normalisasi kali Ciliwung hingga kini belum juga dibayar dan sudah menunggu hampir tiga tahun lamanya. Fatimah, 41 yang mengeluhkan lambatnya proses pembayaran ganti rugi yang dilakukan petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA). Pasalnya, ia dijanjikan pembayaran pada Desember, namun sudah mau tiga bulan Desember uang tak juga didapat. "Ini sudah mau Desember ketiga, sampai saat ini saya belum juga terima uang ganti rugi," katanya, saat di temui di wilayah Condet, Jakarta Timur, Minggu (28/10). Dikatakan Fatimah, lahannya di Gunuk lima, RT 10/03, Poltangan, pasar Minggu, Jaksel, terkena pembebasan. Dimana tanah seluas 1474 meter persegi harus dibebaskan untuk proses normalisasi. "Lahan saya sendiri ada tiga bidang yang terkena pembebasan, cuma sampai sekarang tak juga mendapat uang ganti rugi pembayaran," ujarnya. Di wilayahnya, kata Fatimah, ada 118 peta bidang yang terkena imbas proyek normalisasi. Dari seluruhnya, 111 peta bidang sudah dibayarkan dan menyisakan tujuh bidang yang hingga kini masih terkendala. "Tujuh bidang itu punya saya tiga, keluarga saya yang di Condet dan di Volvo sisanya yang hingga kini belum mendapatkan ganti rugi," ungkapnya. Fatimah menyebut, selama ini seluruh proses sudah dijalani mulai dari pemeriksaan lahan yang dilakukan BPN hingga pembuatan surat-surat lainnya. Terlebih surat kesepakatan jual beli sudah didapat didapat dan tinggal menunggu tanda tangan dari pejabat di dinas SDA. "Nah, sampai sekarang itu tanda tangan belum juga ditindaklanjuti oleh pejabat dari Dinas SDA, alasannya tunggu-tunggu terus," ungkapnya. Fatimah menyebut, ia pun sudah memberanikan diri untuk datang ke kantor dinas SDA di Jati Baru, Jakarta Pusat. Namun kedatangannya malah tak dianggap petugas, yang langsung mengusirnya. "Kita cuma minta hak kita yang hampir tiga tahun ini digantung. Saya harus lapor ke siapa lagi agar uang ganti rugi bisa didapat," sambungnya. Terkait hal itu, sebelumnya Kepala Unit Pengadaan Tanah Dinas SDA DKI Yunaldi mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mempelajari ganti rugi warga. Hal itu lantaran, dirinya baru tiga bulan menjabat sebagai kepala Unit Pengadaan Tanah. "Saya sebagai pemangku kebjiakan yang diamanati untuk mengelola anggaran bahkan perlu mendalami dari materi yang akan dibeli dan pembayarannya," lanjutnya. Ia pun akan mengusahakan secepatnya pembayaran tersebut kepada warga. Dimana nantinya ia akan berkoordinasi dengan instansi lain untuk melakukan koreksi harga dan perlu ada waktu. "Itu pemahaman yang saya berikan ke masyarakat. Insya Allah kami berusaha belanja lahan bisa direalisasikan pertengahan Desember 2018," pungkasnya. (Ifand/win)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads