Suap Dana Hibah KONI, KPK Periksa Aspri Menpora Imam Nahrawi

Kamis, 03 Januari 2019 - 11:11
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Miftahul Ulum, asisten pribadi (Aspri) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi terkait kasus dugaan suap pencairan dana hibah dari Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Miftah akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sekretaris Jenderal, KONI Ending Fuad Hamidy. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EFH (Ending Fuad Hamidy)," kata Febri, Kamis (3/1/2019). Miftah sendiri menjadi salah satu orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Ia sempat diperiksa, namun tidak ditahan. KPK melakukan pengembangan dengan menggeledah sejumlah ruangan, mulai dari ruangan Imam Nahrawi hingga Sekjen KONI. (BacaKPK: Dana Hibah ke KONI Ada Hubungannya dengan SEA Games 2019) Sebelumnya, KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap pencairan dana hibah Kemenpora ke KONI. Mereka ialah, selaku pemberi Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johny E Awuy. Sementara itu, selaku penerima ialah Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo, dan Staf Kemenpora Eko Triyanto. (BacaLima Tersangka dari Kemenpora dan KONI Diduga Kemplang Dana Hibah Rp17,9 Miliar) Uang Rp100 juta itu beratas nama Johny E Awuy namun dalam penguasaan Mulyana. Sedangkan mobil Chevrolet Captiva merupakan milik Eko Triyanto. Dalam kasus ini, diduga ada kesepakatan antara Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp3,4 miliar. (cw6/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads