Kunjungi Ponpes di Aceh, TKN : Mana Mungkin Jokowi Hapus Pelajaran Agama

Rabu, 06 Maret 2019 - 21:28
ACEH - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin mendatangi pondok pesantren (dayah) di Aceh. Sebagai daerah yang memiliki akar keagamaan yang kuat, TKN merasa perlu meluruskan persepsi di kalangan pemilih muslim tentang Jokowi dan Ma'ruf. TKN yang dipimpin Sekretaris TKN, Hasto Kristianto mengunjungi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Diniyah Islamiyah (Budi) di Kecamatan Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Rabu (6/3/2019). Silaturahmi tidak hanya dilakukan dengan Pengasuh Pondok Pesantren Budi, Tengku Haji Asnawi , tapi juga dengan beberapa pengasuh ponpes. Setelah itu, TKN menyambangi Ponpes Darunnizham di Desa Tanoh Anoe Kecamatan Teunom, Aceh Jaya pada sore hari. Wakil Ketua Umum MUI, Lukmanul Hakim yang diutus Ma'ruf Amin secara khusus meluruskan kabar hoaks di kalangan ponpes menjelaskan Ma'ruf Amin menerima tawaran untuk mendampingi Jokowi semata demi negara. Dia memastikan Ketua Umum MUI itu tidak berubah pandangannya. "Beliau hanya memindahkan area perjuangan dari kultural menjadi struktural. Menurutnya lama yang bisa masuk ke atruktural tidak banyak. Tidak mungkin Kyai Ma'riuf mengubah pola pikir dan arah perjuangan. Tak mungkin jika jadi wapres tak mengawal perkara Islam," tuturnya. Lukmanul kemudian meluruskan berbagai hoaks yang berkembang di masyarakat. Berita ponpes akan dihapus menjadi pendidikan umum, pelarangan azan, penghapusan pelajaran pendidikan agama dia pastikan hanya isapan jempol semata. "Kalau anti-Islam tak mungkin Jokowi ke pesantren. Ini sudah menjadi fitnah, bukan sekadar hoaks. Itulah kesedihan Ma'ruf Amin yang disampaikan. Jangan diisi demokrasi kita dengan fitnah dan hoaks. Ada yang mepercayai Jokowi PKI, kafir. Karena hoaks diulang-ulang jadi dipercaya," imbuhnya. Sementara itu, Hasto mengatakan, pembangunan di Aceh merupakan prioritas Jokowi selama empat tahun belakangan ini. Presiden, menurut Hasto, sangat mencintai Aceh, terlebih Jokowi pernah berkarir selama tiga tahun di Kota Serambi Mekkah itu. "Aceh adalah rumah kedua Pak Jokowi," kata Hasto. Hasto juga menjelaskan, pembangunan di pesantren-pesantren juga akan digenjot setelah RUU Pesantren disahkan. Dengan begitu, kata Hasto, Jokowi punya wewenang untuk mengalokasikan dana untuk pesantren dari APBN. Lebih lanjut, Ketua Bamusi PDIP, Zuhairi Misrawi mengatakan Jokowi tercatat sebagai presiden yang paling banyak ke pesantren dan membangun pesantren. Sebelum program bank wakaf mikro, Jokowi sudah lebih dulu membuat program rusunawa pesantren. Lalu ada program Indonesia santri. " Satu juta santri mendapatkan beasiswa. Jadi Jokowi adalah presiden yang memuliakan dan mengangkat harkat santri," kata Zuhairi. Lanjutnya, para santri kini bangga ada hari santri. Dulu sebelum ada Hari Santri, jazah santri tak diakui pemerintah dan kampus negeri. Sekarang santri diakui, dan ijazah pesantren sudah diakui oleh kampus negeri. "Tak benar bila kita akan tutup pesantren, akan larang azan. Justru Jokowi ingin pesantren jadi pilar rahmatan lilalamin," kata Zuhairi yang merupakan caleg PDI Perjuangan itu. (ikbal/b)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads