Soal Dugaan Kecurangan, BPN Tak Pilih People Power, Tapi ke Bawaslu

Kamis, 09 Mei 2019 - 20:47
JAKARTA - Sempat terungkap akan ada people power bila ada kecurangan Pilpres, pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi lebih memilih jalur konstitusional dengan melaporkan temuan dugaan kecurangan ke Bawaslu. Hal itu disampaikan oleh Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, cara itu lebih baik daripada menggelar aksi kepung kantor penyelenggara Pemilu. "Kami tidak begitu, saat ini kami ajukan laporan ke Bawaslu tentang temuan yang merugikan Prabowo-Sandi," kata Dasco. Menurut dia, BPN Prabowo-Sandi telah memiliki temuan dugaan kecurangan Pemilu 2019. Ada beberapa laporan yang sudah dan akan dilaporkan kepada Bawaslu. Dasco menegaskan Prabowo telah memberikan arahan kepada BPN agar mengambil langkah-langkah sesuai prosedur hukum yang berlaku, bukan justru menggelar aksi 'people power' yang dituduhkan pihak-pihak lain. "Kami 02 tidak merasa yang dituduh, karena kami tidak merencanakan hal seperti itu (people power)," katanya. BPN tidak berencana menggelar aksi 'people power' dengan cara intimidasi penyelenggara pemilu sehingga apabila ada kecurangan maka akan menempuh jalur hukum yang telah diatur undang-undang. Menurut Dasco, pihaknya akan menyerahkan lima laporan dugaan kecurangan berserta bukti-buktinya ke Bawaslu pada Jumat (10/5/2019) pukul 14.00 WIB. Juru Bicara BPN Vasco Ruseimy mengatakan, dugaan kecurangan tersebut tidak hanya terjadi pada saat pencoblosan, tapi juga terjadi sebelum dan sesudah pemungutan suara. "Kami menilai kecurangan-kecurangan ini bukan hanya terjadi pada saat pencoblosan itu saja. Kecurangan itu sudah terjadi pra pencoblosan dan sampai pasca pencoblosan," ujar Vasco saat menggelar konferensi pers di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019). Adapun hal-hal yang akan dilaporkan ke Bawaslu, pertama, mengenai penggiringan opini oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu untuk kepentingan pasangan calon nomor urut 01. Kedua, dugaan keterlibatan aparatur sipil negara untuk kemenangan pasangan calon nomor urut 01.  Ketiga, dugaan kecurangan yang terkait rekapitulasi dokumen C1 untuk kemenangan pasangan calon nomor urut 01. Keempat, laporan dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif tentang penyelenggaraan pemilu luar negeri untuk kemenangan pasangan calon nomor urut 01. Dan kelima, terkait pengondisian penggunaan logistik sebagai media kecurangan dalam memenangkan pasangan calon nomor urut 01. "Kira-kira lima poin itu yang akan kami laporkan besok," kata Vasco. Sementara itu, Juru Bicara BPN Ferry Juliantono mengatakan, pihaknya masih menyusun bukti-bukti kecurangan dalam bentuk fisik dan video yang diterima dari berbagai pihak. "Bukti-buktinya sekarang sedang dipersiapkan, besok akan disampaikan ke Bawaslu. Jadi silakan nanti Bawaslu yang melakukan persidangan," ujar Ferry. (*/win)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads