Penerimaan Pajak DKI Baru Rp 13,6 Triliun dari Target Rp 41,1 Triliun

Selasa, 25 Juni 2019 - 18:43
JAKARTA - Meski penerimaan pajak daerah baru Rp 13, 6 triliun dari rencana Rp41, 1 triliun pada semester pertama, Pemprov DKI Jakarta optimis pendapatan dari 13 jenis pajak daerah mencapai target. Sebab itu, pemprov memberikan kemudahan pelayanan bagi wajib pajak. Peroleh pajak Rp13, 6 triliun itu antara lain berasal dari penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekitar Rp 3,9 triliun, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) Rp 2,4 triliun, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) mencapai sekitar Rp 613 miliar. Kemudian, Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) Rp 816,5 miliar, Pajak Reklame mencapai Rp 469 miliar, Pajak Air Tanah (PAT) Rp 44 miliar, dan Pajak Hotel mencapai sekitar Rp 773 miliar. Pajak Restoran mencapai sekitar Rp 1,6 triliun, Pajak Hiburan mencapai Rp 372 miliar, Pajak Penerangan Jalan (PPJ) mencapai sekitar Rp 401 miliar, Pajak Parkir mencapai Rp 269 miliar, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai Rp 1,5 triliun dan Pajak Rokok mencapai sekitar Rp 220 miliar. Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Faisal Syarifuddin mengatakan, dibanding periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak tahun ini lebih besar Rp 821 miliar. Kondisi ini menandakan semakin banyak Wajib Pajak (WP) yang taat akan membayar pajak. "Penerimaan pajak per Juni ada Rp 13,6 triliun. Nilainya lebih tinggi dibanding penerimaan pajak tahun lalu di bulan yang sama," ujarnya, Selasa (25/6). Faisal optimistis, penerimaan pajak dapat terealisasi 100 persen di akhir tahun nanti. "Semoga tercapai. Kita kerja keras terus untuk mencapai target," tandasnya.(john)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads