Setelah 25 Tahun Berumah Tangga, Kakek-nenek Ini Mendapat Buku Nikah Resmi

Jumat, 23 Agustus 2019 - 18:50
DEPOK – Berumah tangga berjalan 25 tahun, pasangan Ridwan (62) dan Rosidah (60) baru hari ini, Jumat (23/8/2019) mereka mendapatkan buku nikah. Warga RW 02, Kelurahan Kemiri Muka,  Beji, Depok, ini berbinar-binar. “Alhamdulillah…, akhirnya saya dan istri punya buku nikah setelah hampir 25 tahun nggak punya buku nikah," kata Ridwan, yang mengakui kalau dirinya bersama istrnya Rosdiah, dulu menikah hanya melalui Amil dan disaksikan keluarga besar saja. "Dulu saat saya kawin atau nikah yang datang ke rumah adalah Amil dari desa atau petugas penghulu dan tidak susah-susah amat,"  ucap Ridwan. Siang itu dai gembiri bukan kepalang, karena mendapatkan buku nikah setelah bersama pasangannya, mengikuti melaksankan nikah Isbat bersama 21 pasangan lainnya di Aula Teratai, Balaikota Depok, Jumat (23/8/2019). Kakek tiga anak dan empat cucu ini,  awalnya sempat menolak mengikuti nikah Isbat melihat usia yang sudah tua.  "Ane juga sempet bilang menolak nikah Isbat atau nikah ulang soalnya buat apa kan dah tua," ujarnya dengan logat Betawi. Namun setelah diiberikan penjelasan pentingnya buku nikah untuk kegiatan administrasi dan keperluan anak dan cucu akhirnya mau ikut nikah Isbat.  "Insya Allah tahun depan mau pergi umroh," tuturnya. Hal senada dikatakan, Arif (55), dan Madiah (53)  warga Mampang  yang melakukan nikah Isbat karena buku nikah hilang saat pindah rumah dari Manggarai, Jakarta ke Depok 17 tahun lalu. Dia ketika ingin mengurus sejumlah keperluan ternyata diminta foto copy buku nikah ternasuk saat  ingin mendaftar pergi haji dan umrah. "Saat pengurus RW menyampaikan ada kegiatan Pemkot Depok melakukan nikah Isbat secara gratis dan cepat saya langsung mendaftar " ucap bapak lima anak dan dua cucu ini. Sangat Perlu Sementera itu, Waikota Depok Muhammad Idris didampingi Kepala Disdukcapil Kota Depok Musbahul Munir,  mengatakan nikah isbat sangat perlu dan penting untuk keperluan mengurus surat atau administrasi serta perlindungan anak maupun cucu. Kegiatan nikah isbat secara gratis ini dilakukan untuk membantu masyarakat berkaitan legalitas pernikahan yang belum tercatat di Negara dan memberikan kepastian hokum guna memberikan perlindungan atas hak anak serta pelayanan lainnya. “Nikah isbat menandakan pernikahan yang belum dianggap kuat jadi harus dikokohkan dari sisi administrasi kenegaraan agar bermanfaat terutama bagi kepentingan anak dan cucu dimasa mendatang,” tuturnya. Walikota menambahkan setiap tahun empat kali Kota Depok melalui Disdukcapil mengelar acara nikah isbat sebanyak 120 orang pasangan dan kali ini ada 21 pasangan. (anton/win)  

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads