Jadi Menteri? Pos Ini Dianggap Paling Cocok untuk Erick Thohir Menurut Pengamat

Minggu, 20 Oktober 2019 - 20:25
JAKARTA - Isu bakal diangkatnya Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditanggapi senada oleh sejumlah pengamat. Sebab dikhawatirkan bakal terjadi konflik kepentingan atau conflict of interest jika benar Erick mengisi jabatan tersebut. "(Erick Thohir) sangat rentan konflik kepentingan pribadi,” ujar Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Muhammad Faisal, Sabtu (19/10/2019). Pendapat itu ia sampaikan mengingat Erick memiliki sejumlah perusahaan dan kini masih aktif sebagai pengusaha. Senada, Pengamat Ekonomi Politik Salamuddin Daeng pun menuturkan  figur Menteri BUMN haruslah orang yang bebas dari konflik kepentingan pribadi. Daeng menilai jabatan tersebut dianggap sangat strategis karena mengelola ratusan perusahaan plat merah. "Harus melepas kepentingan bisnisnya. Menteri BUMN harus punya visi sesuai amanat pasal 33 UUD 1945,” ucapnya. Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira menegaskan Kementerian BUMN harus dipegang oleh orang profesional. Dia beralasan pos tersebut menguasai hajat hidup dan kepentingan orang banyak. "Tolonglah, pos ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak (Kementerian BUMN) dikasih ke orang profesional," ujarnya dalam diskusi yang berlangsung di Jakarta Timur, Jumat (18/10/2019). Analis Geopolitik Hendrajit pun punya pendapat serupa. Menurutnya, Menteri BUMN memang tidak boleh dijabat oleh figur yang menjadi perpanjangan tangan korporasi. Alasannya, karena kondisi tersebut menyebabkan potensi korupsi semakin rentan terjadi. Lebih jauh, pengamat politik Pangi Syarwi bahkan menyebut dengan tegas Erick Thohir tidak pantas menjadi Menteri BUMN. Menurut Pangi, ketimbang menjadi Menteri BUMN sebaiknya mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu menduduki posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). "Saya rasa Erick Thohir cocok jika menjadi Menpora. Karena pengalamannya sebagai Ketua Panitia Asian Games, pernah menjadi Ketua Umum KOI, pernah membeli Inter Milan dan DC United,” ujarnya. (ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads