Stop Politik Wacana

Sabtu, 11 Januari 2020 - 08:20

ADA satu pesan menarik dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarnoputri ketika menyampaikan pidato politiknya pada Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Mega meminta kepada para kadernya tidak melakukan politik pragmatis dengan hanya menjadi politisi populis. Politisi yang  hanya sibuk bermain dengan emosi warga , tanpa menawarkan kebijakan yang benar – benar bermanfaat.

Artinya hanya sibuk ke sana kemari mencari pencitraan diri tanpa dibarengi karya nyata sebagai solusi mengatasi permasalahan bangsa. Politisi model ini, lazimnya mencari popularitas semata, tetapi kurang mampu menciptakan keputusan politik demi kemaslahatan umat.

Meski begitu tak dapat dipungkiri politisi populis menjadi dikenal rakyat, bahkan tak jarang dinilai merakyat dan dekat dengan rakyat karena mampu membangun emosi warga. Tak heran jika kemudian dianggap sejalan dengan aspirasi rakyat, sesuai dengan kehendak rakyat.

Tetapi dalam konteks yang dimaksud Megawati adalah kader partai yang bukan sebatas populer, tetapi memiliki karya nyata membangun bangsa. Tak hanya dikenal rakyat, tetapi politisi yang benar – benar memihak rakyat. Memperjungkan aspirasi rakyat melalui serangkaian keputusan politik yang pro rakyat, kebijakan politik yang mendorong terciptanya kesejahteraan rakyat.

Intinya, bukan politik berencana atau berwacana , tetapi tindakan nyata bagimana meningkatkan harkat dan martabat bangsa, mendorong terciptanya kemakmuran dan keadilan sosial sebagaimana cita – cita negeri ini didirikan.

Langkah yang dapat dilakukan adalah perjuangan yang dilakukan benar – benar untuk rakyat, bukan kepentingan golongan, kelompoknya, apalagi kepentingan pribadinya. Ini berarti dalam sikap perbuatan yang dilakukan lebih mengedepankan kepada kepentingan umum, bukan kelompoknya.

Akan sangat kontrakdisi , jika berdalih untuk kepentingan rakyat, tetapi sejatinya lebih mendahulukan kepentingan pribadinya atau koleganya.

Kita tentu tak ingin memperjuangan rakyat tak sebatas retorika, bukan hanya sebagai “lip service” yang hanya ditujukan untuk menyenangkan orang banyak tanpa pembuktian yang jelas.

Yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah karya nyata memajukan bangsa dan negara. Bukan politik wacana atau pun retorika. (*).

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads