Cuma Karena Uang Rp 20 Ribu Tega Bikin Istri Babak Belur

Minggu, 12 Januari 2020 - 09:26

Istri operasi kantong suami kan biasa. Tapi Praginanto, 29, dari Lamongan (Jatim) ini keterlaluan. Hanya diambil uangnya Rp 20.000,- untuk bayar cicilan panci, sudah ngamuk. Ny. Heni, 24, langsung dikaploki sandal gunung sampai babak belur. Polisi pun turun tangan, Praginanto ditangkap.

Jika sudah menjadi suami istri, tak ada lagi rahasia-rahasian dalam keluarga. Begitu juga soal keuangan, bini “operasi” kantong suami katika hendak mencuci baju atau celana, itu sudah jamak. Jika rejeki, tahu-tahu ada uang Rp 20.000,- atau Rp 50.000,- nyelip, kan lumayan untuk belanja dapur. Biasanya suami maklum saja.

Tapi Praginanto warga Plumpang Lamongan, merupakan suami lain dari yang lain. Lagaknya seperti pemerintah saja, bikin kebijakan ketat anggaran.  Kebutuhan sehari-hari istri dicatu, bukannya amplop gaji seluruhnya diberikan pada Heni. Jika ditanya istri, berapa sih gajimu? Jawabnya malah menakut-nakuti, “Kamu kalau tahu gajiku bisa klenger!”

Ya sudah, karena amplop gaji bikin istri klenger, Heni tak pernah menanyakan lagi. Lagi pula, klenger karena amplop gaji, apa bisa dilayani dana BPJS-Kes? Tapi akibatnya, pengantin baru ini tak bisa bebas belanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan rumah sebulan. Sebab sebentar-sebentar harus minta pada suami.

Sampai sampai, untuk beli panci saja tak berani kontan, cukup nyicil  sama tukang kredit keliling. Seminggu sekali bayar. Selama ini lancar-lancar saja, sehingga tak sampai disindir lagunya Benyamin tahun 1970-an, “Mpok, untungnya saye cuma dikit, tarik urat susah ditagih. Ngutang pinter, bayar suseh………”

    Tapi beberapa hari lalu, dia lupa minta uang untuk cicilan kredit panci itu. Pas tukang kredit datang, suami sedang mandi. Langsung saja dia buka kantong suami di baju yang disangkutkan kapstok. Untung ada selembar uang Rp 20.000-an, jadi pas banget untuk bayar cicilan.

Pas Heni masuk rumah kembali, ternyata malah disambut dengan omelan suami. Ambil uang kok tidak omong-omong. Alasan  istri tak diterima, langsung saja muka istri dikaplok pakai sandal gunung berulang kali sampai babak belur. Ketika Heni menjerit minta tolong, baru tetangga menyelamatkan. Saking malunya, Praginanto langsung kabur.
Heni tak terima perlakuan kasar suami. Dia langsung lapor ke Polsek Plumpang dan Praginanto pun ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengaku khilaf, karena uang di kantong saat itu memang tinggal satu-satunya, uang Rp 20.000,- selembar.

Mau buat beli rokok ya, memangnya masih dapet sebungkus? (JPNN/Gunarso TS)
    

 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads