Penjara atau LP Sama Saja

Senin, 13 Januari 2020 - 06:20

LEMBAGA Pemasyrakatan (LP) adalah pengganti nama dari pada penjara atau bui.  Ini sengaja biar nggak kelihatan galak. Kata penjara itu kan serem, ya?

Nah, maka pemerintah seiring perkembangan jaman, dan juga era bangkitnya hukum di negeri ini, perlulah mengubah kata ‘penjara’ menjadi lembaga pemasyarakatan.

Lebih jauh lagi LP adalah sebagai lembaga untuk mengembalikan para napi, orang-orang yang terlanjur atau keliru jalan menjadi penjahat agar kembali menjadi baik. Pemasyarakatan inilah sebagai ‘kawah candradimuka’, menggembleng agar manusia yang kadung kotor tersebut bisa bersih kembali. Ya, pendek kata, bisa kembali ke jalan yang benar!

Berhasilakah? Hemm, jawabnya jauh panggang dari api! Dari LP ini malah banyak cerita yang nggak enaknya. Penjara, atau LP ya ternyata sama saja. Ada yang bilang lembaga pemasyarakatan itu ‘sekolahnya’ para napi kelas teri jadi kelas kakap.

Banyak napi yang keluar dari LP malah menjadi mahir berkejahatan! Mereka para eks napi nggak mampu  membaur kembali dengan masyarakat yang beradab. Kambuh lagi.

Mereka, yang sebelumnaya jadi penjahat karena  terdesak, selanjutanya malah dijadikan  mata pencaharian. Begitu keluar dari LP, melakukan lagi, dan lebih jahat lagi. Kalau dulu hanya sebagai pencuri jemuran misalnya, sekarang menjadi perampok raja tega!

Kalau begitu, apalah arti sebuah nama? Sudah dibikin lebih halus, percuma dong kalau penjara pakai ganti nama segala, tapi masih gagal menjadikan orang kembali kemasyarakat? Ya, ada juga sih sedit yang menjadi baik. Tapi, biasanya orang tersebut segan berkumpul kembali dengan lingkungannya.

Eh, ngomong-ngomng kalau penjahat kelas kakap, atau para koruptor yang di-LP-kan, mudah-mudahan kembali insyaf. Seandainya  harta kekayaan masih ada, bagikan pada yang membutuhkan!   (massoes)

Tags

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads