Jangan Kaget, Tidak Lama Lagi Harga Gas Melon Sesuai Pasar

Rabu, 15 Januari 2020 - 07:35

DI NEGERI ini banyak orang kaya berlagak miskin, dan tanpa malu mengambil hak orang miskin. Subsidi dari pemerintah misalnya, banyak yang tak tepat sasaran karena orang kaya nimbrung. BBM begitu, gas melon idem ditto. Maka pertengahan 2020, subsidi gas melon dicabut sehingga harganya akan menyesuaikan pasar.

Orang miskin berlagak kaya, itu sudah lama ada. Penampilannya sih demikian garang, padahal sesungguhnya garing. Mereka punya prinsip, biar miskin tetap bisa nyombong. Tak punya cadangan harta tapi berlagak sosial, akhirnya bisa jadi penghuni rumah sosial. Orang Jawa menyebutnya: blaba wuda (suka memberi tapi malah jatuh miskin).

Orang sekarang beda lagi. Karena banyak yang semakin pinter, banyak pula yang tega “minteri” atau ngakali pemerintah. Subsidi BBM misalnya, tujuan semula untuk membantu orang kecil. Tapi orang kaya yang mestinya beli Pertamax, tanpa malu-malu ikut pakai premium. Akhirnya subsidi untuk orang kecil tak berhasil, padahal pemerintah sampai defisit mengalami defisit anggaran dari tahun ke tahun.

Subsidi gas melon 3 Kg juga demikian halnya, lagi-lagi yang menikmati juga para orang kaya. Maka mulai pertengahan tahun 2020 sistem subsidi gas melon akan diubah. Yang disubsidi bukan lagi barang atau gas melonnya, tapi diseleksi benar siapa penerimanya. Dengan kiat tertentu, orang miskin harus beli gas tersebut pada pihak tertentu. Dengan memakai barcode, nantinya bakal ketahuan siapa yang miskin asli atau sekedar pura-pura miskin.

Menurut pihak Kementrian ESDM, pertengahan 2020 subsidi tertutup itu akan dimulai. Konsekuensinya, harga gas melon akan mengikuti pasar. Ini persis seperti semen. Dulu harganya ditentukan pemerintah, tapi sejak HET (Harga Eceran Tertinggi) dihapuskan, maka harga semen menjadi mahal. Tapi faktanya orang tetap mampu membelinya. (gunarso ts)

Tags

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads