Wapres: Gejolak Politik di Pusat Maupun Daerah Tak Boleh Ganggu Profesionalisme ASN

Rabu, 15 Januari 2020 - 02:10
Wapres Ma’ruf Amin di kantor Wapres didampingi Menteri PANRB Tjahjo Kumolo.

JAKARTA  - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menegaskan gejolak politik di pusat maupun daerah tidak boleh mengganggu profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN).

       "Mereka (ASN) harus terjamin. Meski terjadi perubahan, pimpinan politik, tapi pegawai tidak rusak, ekonomi tidak terganggu, profesionalisme tidak terganggu, sehingga para ASN bekerja dengan tenang," tegas K.H Ma'ruf Amin.

        Itu disampaikan KH Ma'ruf saat menerima audiensi sekaligus memberi arahan kepada Top 3 Anugerah ASN 2019, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/01). Dalam kesempatan itu, ia  didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo.

       Hadir dalam acara itu, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, Deputi Bidang Sumber Daya Aparatur Setiawan Wangsaatmaja, serta ketua tim juri anugerah ASN Helmi Yahya.

       KH Ma'ruf juga berpesan kepada ASN  untuk membumikan reformasi birokrasi. Ia menjelaskan, ada istilah yang mengatakan reformasi birokrasi sudah dimulai, namun masih menyentuh kulit. "Belum menyentuh jantungnya, belum paru-parunya. Perlu ada pembedahan dan motivasi," ungkap K.H Ma'ruf. 

        Sebab itu, lanjut Wapres, ajang ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi ASN lainnya. Teladan serta nilai pelayanan yang dimiliki oleh pemenang Anugerah ASN 2019 sebaiknya bisa ditularkan kepada seluruh ASN.   

       Ia menilai, menjadi ASN tidak bisa bekerja biasa-biasa saja. Harus ada terobosan luar biasa dalam hal peningkatan pelayanan. "ASN ini harus diberi peningkatan melalui upaya pelatihan,  grading, kursus di dalam atau luar negeri, untuk meningkatkan kemampuannya, kemudian didorong untuk berinovasi," tuturnya.

       Meski harus didukung dengan berbagai jenis peningkatan kompetensi, seluruh ASN di Indonesia juga dituntut dua hal. Pertama adalah memiliki kompetensi sesuai tuntutan, dan kedua, memiliki komitmen terhadap nilai kebangsaan dan kenegaraan.

       Pertemuan antara peraih penghargaan Anugerah ASN itu juga membahas mengenai netralitas ASN dan radikalisme. K.H Ma'ruf Amin menerangkan, setiap pengembangan kompetensi ASN, harus dibarengi dengan penanaman serta penguatan nilai nasionalisme. "Jangan sampai pegawai kita terpapar paham yang tidak sesuai dengan prinsip kebangsaan yang kita sebut radikalisme," imbuh K.H Ma'ruf.  

        Di akhir dialog, Wapres K.H Ma'ruf Amin berharap agar ajang tahunan ini dapat dipertahankan. Bahkan, ia memberi masukan agar kriteria dalam Anugerah ASN berikutnya bisa diperluas. "Diperluas kriterianya. Akan banyak yang muncul dari kriteria yang lain," pungkasnya.

      Perlu diingat, pada ajang Anugerah ASN terdapat tiga kategori yaitu PNS Inspiratif, The Future Leader, dan PPT Teladan. Semua nomine dinilai oleh tim juri independen, diantaranya Penulis Senior Maman Suherman, CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji, Penggiat Digital Literasi Ahmad Nugraha, dan Penggiat Perpustakaan Nasional Sulasmo Sudharmo. (johara/win) 

Tags

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads