Takut Berantem Sendirian, Pengeroyok pun Disewa

Rabu, 22 Januari 2020 - 07:05

JAGA kehormatan istri, wajib bagi suami. Tapi ternyata Topah, 35, lelaki cemen. Lihat istrinya digoda Sahrul, 40, hanya bisa marah tapi tak berani berkelahi. Maka disewalah 5 pengeroyok dengan imbalan Rp1 juta. Ternyata ngeroyoknya kebablasan, dan Topah pun sebagai dalangnya ditangkap polisi.

Lelaki cemburu ketika istri digoda orang, itu wajar dan normal. Tapi tak banyak semua suami punya keberanian melawan sang penggoda. Maklum dirinya kalah tongkrongan hanya menang tangkringan. Meski melanggar hukum, lalu disewalah sejunlah orang untuk memberi pelajaran pada sang penggoda. Tapi hasilnya tak selalu sesuai harapan.

Topah warga Desa Entah Berantah, Kecamatan Nggak Tahu Ya, Kabupaten Kediri (Jatim), termasuk lelaki mujur. Meski wajah biasa, tongkrongan juga biasa saja, berhasil memiliki istri cantik. Jika dia sedang sarimbit (jalan berdua) bersama nyonya banyak yang berdecak kagum. Padahal batinnya bilang, “Istrinya katarak kali ya, kok mau punya suami jelek begitu.”

Karena kecantikan Nining,30, banyak lelaki yang suka menggodanya, salah satunya adalah Sahrul, warga Desa Embuh. Nining tak suka ulah sang penggoda,  sehingga dia mengadu ke suami. Tapi Topah melihat tongkrongan Sahrul jadi ngeper duluan. Orangnya tinggi besar, sedangkan dia berbadan kecil. Dia menang tongkrongan, sedang Topah hanya menang “tangkringan”, namanya juga istri.

Kalau berantem, sekali banting Topah pasti hancur jadi debu. Tapi sakit hatinyak kunjung sirna. Maka untuk memberi pelajaran, dia kumpulkan 5 orang preman kampung untuk menghajar Sahrul. Dengan uang jasa Rp 1 juta kelimanya langsung oke. “Tapi ingat, sekedar untuk beri pelajaran lho ya….” Pesan Topah.

Para eksekutor itu segera bekerja. Sahrul dicegat di jalan sepi dan kemudian dikeroyok ramai sampai babak belur. Karena kondisinya menjadi kritis, Sahrul dilarikan ke Rumah Sakit sementara para pengeroyoknya dikejar. Begitu ditangkap, mereka ngoceh bla bla…….

Tak ayal Topah pun ditangkap karena telah menjadi dalang pengeroyokan itu. Tapi dia sendiri kaget, karena pengeroyokan itu tak sesuai dengan juk-lak. “Saya hanya pesan sekedar untuk beri pelajaran, kok jadi begini.” Ujar Topah penuh penyesalan, karena tak terbayang bakal dipenjara.

Kasih pelajaran kok nggak ada bukunya, Mas? (gunarso ts) 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads