Ki Jogo Warto: Omongan Anak Ahok Bakal Kayak Bapaknya

Selasa, 07 Januari 2020 - 07:50
Foto twitter @imadya

JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama atau sering disapa Ahok, baru saja punya anak lagi, dari istri keduanya, Puput. Anaknya laki-laki diberi nama Yosafat Abimanyu Purnama, lahir 6 Januari 2020.

Pengamat budaya Jawa Ki Jogo Warto mengaku ikut bahagia atas kelahiran anak Ahok ini. Dia terkesasn dengan pemberani nama Abimanyu tersebut. Ki Jogo teringat nama satu tokoh wayang yang pemberani luar biasa, dia anak dari Arjuna.

“Nama yang bagus sekali itu, Orang Jawa bilang, asmo kinaryo montro, artinya nama sebagai doa. Mungkin Pak Ahok ingin anaknya jagi sosok pemberani seperti Abimanyu. Tokoh Abimanyu kan sosok yang pemberani dan pantang menyerah, dia juga yang menurunkan Parikesit. Itu raja Astina setelah Baratayuda,” ujarnya, Senin (6/1/2020).

Yang menjadi sorotan juga dari Ki Jogo adalah hari lahir anak Ahok. Menurutnya, anak ini punya karakter bagus kalau dilihat dari neton (weton). Menurutnya, Yosafat Abimanyu Purnama yang lahir pada 6 Januari 2020, itu artinya bertepatan dengan Senin Legi.

Anak yang lahir pada hari Senin, lanjutnya, dia sosok yang senang pada kebenaran, ikhlas, dan cekatan. Menurut dia, omongan anak Ahok ini nantinya akan meniru seperti bapakanya, yang tegas dan lugas. “Dan yang penting lagi, omongannya tak bisa dipermainkan, kan kayak bapaknya ini,” ungkap Ki Jogo Warto.

Selanjutnya, kalau dilihat dari hari pasaran legi, menurutnya, karakternya awas, sulit untuk mencurigai kecuali telah difitnah. “Di situ pula, dia celakanya kalau difinah,” ujarnya.

Secara umum, kata Ki Jogo, bila dilihat neton Senin Legi, karakternya termasuk yang tidak antagonis. “Bisa dikata, ini sebenarnya termasuk kelompok yang terlalu sopan, namun juga suka berdebat,” ujarnya.

Ki Jogo juga melihat, anak yang lahir pada Senin Legi, memiliki karakter yang juga sangat murah hati. "Tampaknya, mereka memiliki kepribadian yang cemerlang,” ujarnya.

Masa kelahiran  pada 6 Januari 2020, lanjut Ki Jogo, anak Ahok tersebut termasuk  pada mongso Kapitu (ketujuh). Dalam masa ini ada sebutan Wisa Kentas Ing Maruta (Bisa Disapu Angin), yang maksudnya bersih dan bahagia.

Orang kelahiran mangsa Kapitu  mempunyai sifat baik dan bersih. Dapat juga tampil sebagai seorang pemimpin yang penuh disiplin dan tegas serta jujur. Maka orang mongso Kapitu selalu disegani oleh kawan-kawannya, baik dalam pergaulan di masyarakat, maupun dalam pekerjaan dan organisasi.

“Ya semua itu, nantinya juga dipengaruhi lingkungan dan pergaulan, serta tindakan-tindakannya,” tandas Ki Jogo. (win/yp)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads