Dahulu Nasabah Bank, Akhirnya Jadi Teman 'Goyang'

Kamis, 09 Januari 2020 - 06:45

PETUGAS bank, terutama bagian teller, harus ramah pada nasabah. Tapi Ny. Yunita, 35, dari Kediri ini kelewatan. Saking ramahnya, nasabah bernama Karsono, 40, dibiarkan saja “rajin menjamah” dirinya. Perselingkuhan itu sempat berujung kehamilan, dan terakhir dia dipergoki suami kelonan di rumah kontrakan.

Bagi pemilik toko, pembeli adalah raja. Begitu pula pegawai bank, nasabah juga seorang raja. Cuma di era gombalisasi saja, raja kok seneng utang, ditanya struk gajinya, berapa nilai jaminan atau agunannya. Jika “sang raja” terlalu miskin, permohonan kreditnya ditolak dan itu pun dijawab hanya lewat SMS atau WA saja.

Yunita selama ini menjadi karyawan bank swasta. Dia sampai ikut bekerja mencari nafkah, karena penghasilan suami tak mencukupi. Mahfud, 38, sebagai suami sebetulnya tak rela istrinya ikut membantu suami untuk menambah penghasilan. Sebab dulu dia punya idealisme bahwa istri itu cukup mamah dan mlumah di rumah.

Sebelum istrinya bekerja di bank, Mahfud sudah sudah wanti-wanti, agar hati-hati menghadapi aneka ragam nasabah. Dia sampai ngomong begitu karena istrinya itu lumayan cantik. Dia takut bila istri kemudian terpikat pada nasabah kaya, kan jadi berantakan semuanya. Katanya kerja untuk memperkuat jaminan pengisi perut,  lha kok akhirnya malah mempertaruhkan yang di bawah perut.

Ternyata kekhawatiran Mahfud jadi kenyataan. Ada seorang nasabah yang berlatar pengusaha terkenal di daerah itu. Namanya Karsono, hampir setiap minggu dia nabung ke bank tersebut. Sebetulnya setor uang lewat mesin bisa saja, tapi Karsono sengaja selalu ke teller dengan maksud bisa ketemu si cantik Yunita.

Usaha Karsono tak sia-sia, lama-lama dia akrab dengan Yunita. Dan karena pengusaha restoran itu tahu wanita itu suka pegang prinsip “witing tresna merga ratusan lima”, mulailah dia sedikit royal. Habis ngajak makan-makan di restoran, pulangnya Yunita diberi uang. Lama-lama bini Mahfud ini klepek-klepek juga.

Sampailah kemudian koalisi itu dilanjutkan dengan eksekusi di sebuah hotel. Sekali waktu pernah hamil, tapi Yunita segera menggugurkannya untuk menghilangkan jejak. Tapi sepandai-pandai tupai selingkuh, akhirnya melompat juga. Dan itulah yang terjadi. Mahfud mencium perselingkuhan itu.

Sekali waktu dia berhasil memergoki Yunita-Karsono tinggal di rumah kontrakan. Dia lapor polisi dan segera diproses. Sedangkan pada istrinya juga dilakukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Kediri. Sayangnya ketika putusan jatuh, Yunita keburu membawa pergi anak hasil perkawinan itu ke Makasar, kampung halamannya. Padahal putusan pengadilan menetapkan, hak asuh anak pada pihak eks suami.

Sudahlah, segera cari asuhan janda muda. (gunarso ts)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



Ads